Okt 30 2008

Sachsenhausen

Published by kombat under Travelling

Begitu mendengar Negara bernama Jerman, mungkin yang terpikir pertama adalah sepak bola, kemudian mobil dan kemudian kita akan teringat sejarah hitam Negara ini dengan Hitler dan kamp konsentrasinya. Kamp konsentrasi Auschwitz di Polandia merupakan kamp yang paling terkenal yang memakan banyak korban. Selain Auschwitz, SS juga memiliki kamp di dalam Jerman. Salah satunya adalah Oranienburg Sachsenhausen yang terletak sekitar 35 km di utara Berlin.

Kamp ini berawal dari pabrik yang diubah menjadi kamp konsentrasi oleh pasukan SA Prusia pada 1933-1936. Mulai dari 1936, kamp diambil alih of SS dan digunakan sebagai `model kamp konsentrasi´ yang sering dipamerkan kepada tamu negara saat itu. Hingga 1945, sebanyak 220.000 tahanan dijebloskan ke kamp ini yang diperkirakan memakan korban tewas sebanyak 100.000 orang. Pada awalnya kamp ini hanya digunakan untuk tahanan politik, tapi kemudian berkembang menjadi jamp untuk kelompok yang didefinisikan oleh ideologi Nasional Sosialis sebagai kelompok inferior baik dari segi ras maupun biologis, termasuk orang Yahudi, kaum homoseksual, orang cacat dan sebagainya. Pada tanggal 22 dan 23 April 1945, kamp ini dibebaskan oleh tentara Uni Soviet dan Polandia yang mengalahkan tentara NAZI, namun 3 bulan setelah pembebasan hingga 1950, kamp kembali menjadi kamp konsentrasi di bawah Uni Soviet untuk menahan antek NAZI dan lawan politik. Pada tahun 1961, kamp diubah menjadi Sacshsenhausen National Memorial oleh pemerintah Jerman Timur untuk memperingati kemenangan anti fasis atas fasisme NAZI. Setelah keruntuhan tembok Berlin, pada tahun 1993 memorial diubah menjadi Sachsenhausen National Memorial and Museum.

Museum ini bisa dicapai dari Berlin dengan menggunakan RE 5 dari Stasiun Utama Berlin (Berlin Tief) menuju Stasiun Oranienburg dan memakan waktu 25 menit. Bisa juga dengan memakai S-Bahn S1 (Wannsee-Oranienburg) dari stasiun Friedrichstrasse yang memakan waktu 50 menit. Dari stasiun, museum bisa dicapai dengan berjalan kaki selama 15 menit, atau dengan menggunakan bus yang frekuensinya sekitar 30 hingga 1 jam sekali. Saya memutuskan untuk berjalan kaki karena tidak terlalu jauh dan penunjuk arah menuju museum selalu dijumpai di tiap persimpangan.

Pusat Informasi museum terletak dalam bangunan yang pada tahun 1939/40 digunakan sebagai bengkel senjata. Pusat informasi menyediakan layanan antara lain tempat penitipan barang, informasi (tour guide, audio guide: €3), dan penjualan buku2 yang berkaitan. Di belakang pusat informasi, terdapat maket kamp yang menunjukkan lokasi berbagai bangunan yang juga bentuk wilayah kamp konsentrasi yang menarik karena didesain berbentuk segi tiga dengan alasnya sebagai gerbang masuk. Selewat dari maket ini, saya berjalan keluar menuju kamp konsentrasi. Jalan yang saya lalui merupakan bagian dari jalan yang membatasi kamp konsentrasi dengan kamp SS.

Setelah berjalan beberapa menit, saya menjumpai bangunan era 1970-an yang berfungsi sebagai museum yang memperagakan perubahan kamp konsentrasi Oranienburg menjadi Sacshsenhausen National Memorial.  Di dalamnya bisa dijumpai berbagai artefak seperti seragam (bawah) yang harus digunakan oleh para tahanan sepanjang tahun.

Photobucket

Sebagai informasi, suhu di daerah ini pada musim dingin bisa mencapai 0°C.Di lapangan di seberang museum terdapat sebuah jalur yang di kiri kanannya dihiasi oleh patung, plakat dan batu untuk memperingati para tahanan. Di sebelah kiri jalur adalah kantor komandan kamp dan ke arah kanannya adalah gerbang menuju kamp, yang disebut sebagai Tower A .Photobucket

Gerbang besi (kanan) Photobucket
yang terdapat di Tower A bertuliskan Arbait Macht Frei (kerja itu membebaskan, terjemahan bebas).
Di depan Tower A terdapat jalan yang membelah kamp hingga ujung. Di kiri kanan jalan utama terdapat lapangan rumpu tempat absen para tahanan .Photobucket

Absen dilakukan 2 kali sehari yang harus dihadiri oleh semua tahanan, baik sakit ataupun meninggal. Di bagian luar lapangan absen, terdapat jalur yang ditutup oleh berbagai jenis material: batu, semen, pasir, kerikil, aspal. Jalur (track) ini digunakan untuk menguji kekuatan sepatu (kanan). Tahanan yang mendapat hukuman harus berjalan tanpa henti untuk menguji kekuatan sol sepatu tentara. Saya mencoba track ini, dan harus menyerah setelah berjalan di atas 3 jenis material, sama seperti orang yang terlihat di foto kiri bawah.Photobucket

Barak tempat tinggal para tahanan berada di sekeliling lapangan . Sayangnya, barak-barak ini dihancurkan pada saat pembangunan memorial oleh pemerintah Jerman Timur. Hanya dua barak yang tersisa, yaitu Barak 38 dan 39 tempat tinggal tahanan Yahudi, dan sekarang berfungsi sebagai museum . Photobucket

Di dalam museum bisa dijumpai informasi mengenai kondisi barak dan kehidupan tahanan. Barak terbagi menjadi dua sayap yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan ruang makan para tahanan. Kamar kecil dan kamar mandi , yang berada di bagian tengah digunakan oleh 60 orang tahanan penghuni barak.
Photobucket

Di dekat Barak 38 terdapat kompleks penjara untuk menghukum, menyiksa bahkan membunuh tahanan pelanggar peraturan kamp maupun tahanan penting. Penjara ini asalnya berupa bangunan 3 sayap, namun saat ini hanya 1 sayap yang tersisa. Lima sel dijadikan tempat pameran mengenai penjara ini, dan beberapa sel digunakan untuk menunjukkan kondisi sel saat itu (kanan). Photobucket

Saya merinding waktu menengok ke dalam sel ini, mungkin karena sel-sel ini dibiarkan gelap, sedangkan sel lain, seperti tempat sel tahanan Inggris, terang benderang.

Setelah itu, saya berjalan menuju tugu peringatan Sahcsenhausen di ujung kamp yang dibangun pada tahun 1961. Untuk mencapainya, saya melalui barak tahanan, dapur, tempat cuci, dan lapangan tempat menghukum mati tahanan. Karena keterbatasan waktu, saya tidak masuk ke dalam Soviet Special Camp dan Tower E yang berada di ujung kamp, maupun Parit Eksekusi yang berada di sebelah barat.

Tujuan terakhir saya adalah barak rumah sakit yang berada barat daya Tower A. Rumah sakit kamp dibangun sejak awal berdirinya kamp. Pada mulanya barak rumah sakit terdiri atas 6 barak terpisah. Seiring dengan semakin banyaknya penghuni kamp, ke-6 barak digabung menjadi dua barak panjang. Sekarang tempat ini digunakan sebagai museum yang berisi cerita mengenai berbagai perawatan medis dan kriminal yang terjadi di sini. Kehadiran rumah sakit di dalam kamp konsentrasi merupakan kebanggaan NAZI, dan barak ini selalu menjadi pusat perhatian tamu negara yang berkunjung ke kamp. Selain memberikan pelayanan kesehatan pada para tahanan, para dokter juga melakukan berbagai percobaan medis dengan menggunakan para tahanan sebagai kelinci percobaan, dari mulai sterilisasi, hingga infeksi. Salah satunya adalah penelitian mengenai penularan Hepatitis. Penelitian dilakukan dengan menyuntikkan darah penderita Hepatitis ke dalam tubuh tahanan anak-anak yang baru datang ke kamp. Para dokter mengamati perkembangan anak-anak itu, dan begitu mereka menunjukkan gejala tertular Hepatitis, dokter melakukan biopsi hati tanpa bius.

Tidak jauh dari rumah sakit terdapat bangunan kecil yang menjadi tempat unit patologi. Di tempat inilah otopsi pada tahanan yang menjadi kelinci percobaan dokter-dokter NAZI dilakukan. Unit patologi dihubungkan dengan barak rumah sakit melalui lorong bawah tanah. Dalam perjalanan pulang, saya melalui 6 pemakaman massal (@ 50 orang) pasien rumah sakit yang meninggal dunia dan dikuburkan oleh tentara Uni Soviet dan Polandia setelah pembebasan kamp.

Untuk menjelajahi keseluruhan kamp ini dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 jam. Waktu terbaik untuk mengunjungi Sachsenhausen adalah pertengahan musim panas karena siang hari yang lebih panjang dan cuaca akan lebih bersahabat.

by id DF jebrakros

One response so far

Agu 13 2008

jalan-jalan ke kawah ijen

Published by kombat under Travelling and tagged:

Kawah ijen merupakan salah satu tempat wisata yang cukup terkenal di daerah timur Pulau Jawa. Setelah lama memendam keinginan untuk kesana, akhirnya minggu ketiga bulan juli lalu saya dapat melihat dengan langsung keindahan alam kawah ijen yang selama ini hanya bisa dilihat dari internet atau televisi. Perjalanan ke kawah ijen sebenarnya hanyalah “bonus” dari tujuan utama jalan-jalanku kali ini yaitu naik gunung raung tanggal 18-20 Juli kemarin bersama dua orang teman dari Jakarta. Setelah berhasil sampai di puncak raung, pulangnya kita sekalian mampir ke kawah ijen. Letak kawah ijen sendiri sebenarnya relatif dekat dengan basecamp pendakian Gunung Raung di daerah sumber wringin, bondowoso.

Ada dua cara untuk mencapai kawah ijen yaitu dari Bondowoso atau dari Banyuwangi. Kendala utama untuk mencapai kawah ijen adalah transportasi umum yang bisa dibilang jarang baik dari Bondowoso atau dari Banyuwangi.

Rute transportasi ke kawah ijen dari bondowoso

  • Dari terminal bondowoso kita naik mobil elf kemudian turun di pertigaan gardu atak (kemarin ongkosnya 2500). Dari terminal bondowoso ada juga transport yg langsung ke Sempol, tp sangat terbatas jumlahnya.

  • Dari pertigaan gardu atak kita naik mobil carry. Sopir udah langsung tanggap tujuan kita apakah ke gunung raung atau ke kawah ijen. Kalau mau ke kawah ijen, kita berhenti di pertigaan Sumber Gading kemudian naik mobil lagi ke Sempol kemudian dari Sempol lanjut lagi ke Paltuding sebagai tempat terakhir bagi kita untuk mencapai kawah ijen. Angkutan dari Sumber Gading menuju Sempol relatif susah dan harus nunggu lama. Usahakan jangan terlalu sore sebab angkutannya tambah susah. Dari Sempol ke Paltuding kita bisa naik angkutan atau ojek. Alternatif lainnya kita bisa menumpang truk atau pickup sayur (kalau mau). Kemarin kita bertiga harus rela naik ojek dari basecamp gunung raung di Sumberwringin untuk sampai Paltuding dengan ongkos semuanya 200ribu. Agak mahal memang tapi lebih cepat sampai dan tidak dipusingkan dengan ganti-ganti transport.

Rute transportasi Banyuwangi

  • Dari banyuwangi kita naik angkutan ke Licin. Hampir sama seperti transport dari bondowoso, untuk menuju Licin angkutannya juga terbatas waktu. Sampai di Licin kita bisa numpang truk belerang yang mau ke Paltuding untuk mengambil belerang. Truk belerang berangkat dari Licin 2 kali sehari pagi sama siang hari. Kemarin kita sempat ketemu rombongan bule yg mencarter mobil dari pelabuhan ketapang banyuwangi. Ongkosnya 300 ribu rupiah sampai paltuding.

Paltuding merupakan titik awal untuk memulai perjalanan ke kawah ijen. Di Paltuding fasilitas wisata cukup tersedia dengan baik meskipun masih sederhana. Ada warung makan, penginapan, toilet umum juga musholla . Biaya retribusi masuk cuma 2000 rupiah. Disini kita bisa menginap di penginapan yg tersedia. Berhubung kemarin kita bawa tenda, maka kita cuma buka tenda terus tidur didalam tenda. Murah meriah hehehehe

Dari Paltuding kita harus jalan kaki selama kurang lebih 3 jam dengan jarak skitar 3 Km untuk sampai ke kawah ijen. Kebanyakan turis yang datang memulai perjalanan pada pagi hari antara jam 3 atau 4 pagi biar bisa melihat sunrise di kawah ijen. Jalan menuju kawah ijen berupa jalan setapak besar yang sudah jelas jadi kecil kemungkinan untuk kesasar. Selama perjalanan sebaiknya membawa jaket, minum, makanan kecil dan juga masker atau slayer yang berguna untuk melindungi kita dari uap belerang. Jangan lupa membawa kamera dan juga batere cadangan sebab pemandangan disana terlalu sayang untuk dilewatkan dengan jepretan kamera.

Selama dalam perjalanan dari Paltuding sampai ke kawah ijen, kita bakalan bertemu dengan banyak penambang belerang yg turun mengangkut hasil belerangnya. Ada baiknya jika kita ingin mengambil foto aktivitas mereka, sebelumnya ngobrol dulu agar menjadi suasana sedikit menjadi lebih akrab. Kalau perlu tawari mereka rokok atau makanan kecil kepada mereka. Kemarin saya sempat mengambil foto seorang penambang kemudian dia meminta semacam imbalan rokok. Ketika saya bilang tidak merokok penambang itu juga diam saja, tidak ada ekspresi marah atau memaksa.

Mungkin kawah ijen ini adalah salah satu tempat terbaik yg selama ini pernah aku datangi selain gunung rinjani dan juga semeru.Tapi ada sedikit yg membuat hati ini menjadi terenyuh ketika melihat pemandangan para penambang belerang. Mereka berjuang menapaki jalan yg menanjak sambil membawa belerang yg dihargai perkilo 550 rupiah. Belum lagi mereka harus berjuang melawan dinginnya udara dan juga uap belerang yang sangat menganggu mata dan juga napas. Sungguh sebuah ironi ketika melihat penambang belerang memikul beban yg berat sementara di sampingnya ada turis asing yg menenteng kamera DSLR dengan lensanya yg besar2.

Perjalanan ini memberikan pesan bahwa kita memang harus lebih banyak bersyukur. Terimakasih ya Allah atas semua anugrah yg telah Engkau berikan……

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

by emcho

3 responses so far

Agu 11 2008

Jalan Jalan ke Manado

Published by kombat under Travelling and tagged:

pengenalan awal…
Manado adalah ibukota provinsi sulawesi utara…
banyak ni tempat2 wisatanya..
yang paling diketahui banyak orang ya bunaken….
aku pernah nganter beberapa bule kenalan ortu-ku and mayoritas banyak yang muji dive site di bunaken
alasannya karena jaraknya yang relativ dekat dari manado 20-45 menit pake boat dari manado, truss spotnya yang unik… karena penyelamannya kayak menelusuri tebing laut, jadi kalo lagi turun da bisa keliatan karang2 and ikan2 yang indah… truss varietas ikan and karangnya cukup banyak and beragam…
emang siii pengelolaan wisata di manado belum secanggih di bali… kalo mo dibandingkan, total budget di bali ma di manado bedanya lumayan jauh.. maksud saya perbedaan harga akomodasi, transportasi, biaya jasa, and kemudahan akses….
Kalo ke manado enaknya wisata alam, soalnya menurutku itu aja yang menarik… ada juga ancient site tapi kurang(ato ngak) keurus.
setiap tahunnya sebenarnya ada program2 khusus di manado
seperti cap go meh dan tulude..
kalo cap go meh semuanya da pada familiar kann???
nahhh tulude itu ialah upacara adat di daerah sangit/talaud(12-24 jam dari manado pake kapal penyebrangan). dimana orang2 bisa nangkap ikan di pantai pake tangan….. truss ikannya besar2 looo, aku juga belum pernah liat langsung acaranya. tahun ini kalo ngak salah bulan juli bakal diadaiin di talaud, ntar kalo aku stasenya di bagian yang lumayan santai aku juga pengen talaud buat ikut tulude… ntar aku posting ceritanya…
oowww yaaa, selain bunaken ada juga dive site yang bagus di selat lembeh… kata orang2 karakter lembeh ma bunaken beda.. tapi aku aja belum pernah diving. tapi ada beberapa site yang sifatnya buat muck diving… so harus yang da expert
selain itu di sekitaran manado ada 4 gunung yang sering didaki
- klabat 2015mdpl gunung tertinggi di Sulut(sekitaran 1,5 jam dari manado) lama pendakian ke puncaknya sekitaran 6-8 jam.. kalo aku sii anjurakan supaya 2 malam. kalo pergi langsung turun…. capek berat
- Soputan 1800an meter(sekitaran 3 jam dari manado)
lama pendakiannya kurang lebih 4 jam ke basecamp.. istirahat truss ke puncaknya 3 jam… kayaknya tipe gunung ini mirip semeru… strato berpasir!
tapi tmpat basecampnya enak koq…. disekeliling hutan pinus… dekat mata air jga
- lokon and mahawu(1560 and 1150mdpl)
kalo kedua gunung ini dekat ma manado…. didaerah kota tomohon dakinya gampang… pergi subuh buat nyari sunrise, jam 8 ato 10 da bisa nyampe lagi di tomohon. kalo d gunung lokon jalur trekingnya ngikutin jalan lahar yang da membeku.
di sekitaran manado juga ada beberapa air terjun yang aksesnya mudah terjagkau…
- air terjun mangga tasik(1 jam dari manado) dekat pantai. kalo aku sering kemari, enaknya nginap semalam di pinggir pantai truss paginya abis breakfast baru pergi ke airterjunnya… jalan kaki nyusur sungai skitaran 1/2-1 jam. air terjunnya lumayan tinggi…. 50 meteran-70 mungkin, aku ngak pernah ngukur
- air terjun kali (15 menit dari manado)
di dekat air terjun ini kita bakal temuin makam pahlawan nasional tuanku imam bonjol.
air terjunnya sendiri punya jalur yang cukup baik, dan di semen jalannya.

selaiin itu ada air terjun tinoor(1/2 jam dari manado)
dari pinggir jalan raya, nurunin lembah sekitaran 20 menit, truss susur sungai 10 menit sampe deee…
terakhir aku pergi 2 tahun yang lalu air terjunnya ada 4 buah berdekatan, tapi kata orang2 kslo musim hujan bisa sampe 7.. aku sendiri liat yang terbanyaknya 5…. itupun waktu aku smu(10 tahun kemarin)
air terjun kiawa.. (1,5jam) dari manado
jalannya dari pinggir jalan sekitaran 45 menit, air terjunnya ada 2 tapi kepisah. masing2 sekitaran 1/2 jam jalan kaki. tapi dekat air terjun I ada kolam air panasnya loo… enak banget kalo camping disini, truss malam2 nyemplung di kolamnya. tapi generally air terjunnya ngak sebagus kayak yang diatas… oo ya dalam perjalanan ke sini bakalan lewat gua peninggalan jepang waktu WWDII. tapi sayng ngak keurus. tapi kaykaya didalmnya masih ada tu replika meja, ama kursi2nya.. juga tengkorak and tulang2 mansia. ngak jelas tulang para romusha ato serdadu jepang.. kalo bedil and alat2 perang, kata oma-ku dulunya banyak. tapi sekarang da ngak tersisa
ada juga air terjun tincep(1,5 jam juga dari manado) tapi aku ngak pernah ke sana..

sekitaran 1 jam dari manado, ada kota tondano. dekat banget ama danau tondano… danau terluas di sulut… tapi kayaknya besaran danau poso d
di sekitaran danau ada tempat2 mandi air panas yang lumayan representativ.. juga ada cottage. mau milih yang bagus(250an rbu) ada yan 40an ribu juga ada… tapi yang murah tu, pelayanannya ngak bagus. paling dipake jadi tempat gitu2an
ada juga ancient site di tondano… yaitu benteng moraya… sayng ngak keurus banget ole pemda.. sekedar info. kalo aku baca buku sejarah, perang tondano ialah satu2nya perang frontal(bukan gerilya) yang dilakukan oleh bangsa indonesia yang bisa bertahan lebih dari setahun

di sekitaran kota toohon(45 menit dari manado) ada juga danau kecil(danau linau).. katanya bisa 3 warna. tapi aku seringnya liat 2 doang. ijo ma kuning, mungkin pengaruh belerang disekitarnya y?? tempat ini lumayan bagus, sayang prasarananya belum dikembangkan. tahun lalu aku jalan kesana, da mulai dibangun tempat buat duduk and santai2, juga tempat jualan. ngak tau ya sekarang. da lama ngak jalan ni, soalnya sibuk ma tugas

kalo makanan, mungkin bagi yang non-muslim n advent also vegetarian… bukanlah tempat pilihan wisata kuluiner
tapi kalo buat orang yang ngak ada pantangnnya disini niii tempat yang sangat asiiiikkkk
di mulai dari kalasey(10 menit dari manado) banyak banget yang jualan ikan pantai. kerapu, dll. yang lalu aku pernah makan ikan beituan juga di makasar. menurut aku enakan yang di kalasey…. mungkin bumbu and sambalnya ya?? ato perbedaan lidah
tapi harganya murahan yang di makasar sekitaran 1/3nya

truss bagi yang non muslim di dekat air terjun tinoor ada RM yang lumayan terkenal di manado. namanya RM Heng Mien.. prasmanan 15rbu/org. ada babi, babi hutan, siput telaga, +10000 dapat seporsi kalong yang di masak pake santan.
oooo ya di tondano juga ada kios2 kecil yang jualan sate siput danau… mungkin kayak keong mas di jawa y???
orang2 disini paling pas makan satenya sambil minum cap tikus. cap tikus tu arak yang didestilasi dari getah aren. kadarnya bisa dapat yang 40-60% etanol. menurut saya, tambah garam and lime… truss diminum kayak tequilla… mmmmmmm. ngak sampe 4 shoot pasti mabokkk. tapi tergatung orangnya sii..
oooo yaaa, bagi orang2 yang resistensinya tiggi terhadap alkohol, resiko keracunan nitrogen saat diving menurun looo
mmmmmm tambahin juga y… di tomohon ada pasar tradisional yang buka tiap hari. dijadiin tempat wisata dari pemkot tomohon, soalnya jualannya lumayan unik. dari babi yang semi panggang. anjing yang masih hidup(diketok sampe mati kalo sa ada yang mau beli) dijadiin masakan khas minahasa namanya RW. anjing setengah panggang. kalong hidup dalam kerangkeng, kalong mati yang lagi dibersihin… ada juga tikus yang da dideretin dengan bambu. satu tusuk isinya 5 ekor yang udah setengah panggang
kalo berutung juga kadang2 bisa nemuin kucing yang kepalanya da remuk…
kadang2 ada juga orang2 yang jualan water…(kayak ulat yang hidup di pohon jenis palem2an yang baru ditebang) emang si da jarang banget, tapi rasanya itu tuuuuuu…mmmmmmmmmmmmm, ngak direkomendasikan buat orang yang kolesterol tinggi ama penderita jantung, diabetes, and pernah ngalamin stroke, soalnya tu ulat 99% lemak. mau dimakan mentah ok, mo di tusuk kayak sate, paling pas!!!! ditusuk, truss dipanasin 60an detik diatas bara arang…. langsung siap saji!!!!
tu semua dijadiin makanan ma orang2 sini… aku juga doyan koq

truss apa lagi yaaa??????
mmmmm kehabisan ide niiii…..
kalo ada yang mo ke manado, ayo… hubungi aku, ntar aku liat waktu kosongku. kalo memang lagi lowong aku bisa bantuin jalan2 ke tempat bagus yang jarang diketahui orang banyak, maksudku oleh pemerintah belum dijadiin tempat wisata resmi, tapi tempatnya menurut aku sangat bagus. ato ngasih info mengenai tempat2 murah dalam akomodasi…
ooo ya ada juga taman nasional tangkoko(3-4jam dari manado)… disini hidup tarsius spectrum. primata terkecil didunia. tapi awal tahun ini aku baca kompas katanya da ditemukan primata terkecil lain di brasil sebagai yang terkecil…
di tangkoko bisa camping, tempatnya di tepi pantai. buat bird watchers, tempat ini banyak didatangi ileh bule2 penggemar burung… tapi aku juga ngak tau burung apa yang mencolok. soalny kalo kesana aku enaknya tiduran di dekat tenda yang dipinggir pantai sambil baca2 buku ato novel.
kalo beruntung bisa liat babi hutan(aku aja belum pernah)… kalo monyet itam sering. bahkan kadang2 bisa muncul di jalan setapak. munculnya segerombolan
dari sini bisa ikut dolphin tour. tapi harus nginap ato camping, soalnya perginya pagi2. kalo lewat guide resmi bisa sampe 500-600rbu satu kali trip. pa lagi kalo bule, tapi bisa koq nanya2 ma nelayan setempat. paling daptnya 300-400rbu/trip. isi perahunya bisa 5-6 orang. kalo beruntung bisa ketemua juga ama kawanan paus. kalo berani, berenang bareng yoookkk!
mmmmm da kemalaman nii, ntar kalo thread ini rame. ntar aku masukin foto2nya, ato kalo ada yang mo nanya2, silahkan….
kalo ada yang mo ke manado, ntar aku usahain bantu semampu aku. dasarnya, kalo aku stasenya ngak di bagian sibuk, ya bantuannya bisa lebih pool dong….

by id; ariel_fk_unsrat

One response so far

Agu 05 2008

Kawah Putih , Ciwidey

Published by kombat under Travelling

Salam kenal semua Kebetulan hari Minggu kemaren aku baru aja dari Kawah Putih Ciwidey, fiuh  akhirnya, lihat juga keindahan bumi yang satu itu.Mau share sedikit ttg perjalanan kemaren yah. Betul sekali yang dibilang Mick di atas, kalo dari Bandung ke Ciwidey itu walupun cuma 50 kilo, berhubung jalannya tidak terlalu lebar, dan banyak kendaraan umum lewat, jadi perjalan ke Kawah Putih Ciwidey cukup lama dan melelahkan. Untungnya setelah melewati kepadatan di jalan Kopo dan Soreang, kita dapat melihat pemandangan bukit2 hijau indah sepanjang perjalanan, apalagi setelah memasuki Kabupaten Bandung, Ciwidey, udaranya sejuk dan bersih.

Dari Jakarta, setelah masuk tol Cipularang, ambil tol keluar Kopo, lalu belok kanan, lurus saja terus. Petunjuk jalan menuju Kawah Putih bisa dibilang tidak ada, bahkan papan petunjuk arah Ciwidey pun agak membingungkan. Tetapi yg penting arah Kawah Putih itu lurus saja terus. Di daerah Soreang akan ada jalan cagak, kanan forbidden , kita ambil kiri tapi lalu belok kanan lagi, kembali ke jalur forbidden tadi. Dari situ perjalanan masih cukup jauh. Tetapi guys …worthed banget lah jauhnya dengan pemandangan Kawah Putih yang luar biasa. Jadi urutannya setelah Kopo - Soreang - Kabupaten Bandung - Ciwidey. Bila sudah memasuki Ciwidey, di kiri kanan banyak Kebun Strawberry petik sendiri, warung sederhana sampai restoran, penginapan, dan resort outbond. Saranku, lebih enak jika tiba di tol Kopo sekitar jam 8 an, tiba di Kawah Putih jam 10an, setelah menikmati pemandangan di sana bertepatan waktunya dengan makan siang. Bisa makan jagung bakar pula juga oleh2 di warung2 sederhana di Kawah Putihnya. Atau turun ke arah Ciwidey Bandung di mana pilihan resto lebih banyak. Daerah Kawah Putih sering mendung dan cuacanya gelap berkabut, jadi sangat tidak disarankan pergi kesana setelah lewat siang. Ohya satu hal lagi, jangan saltum yah. Cuaca disitu cukup dingin, sedia jaket dan jg lebih baik jika pakai sepatu kets atau sneaker. Ada bagian2 tanah yang masih lembek jika kita pijak. Di bawah ini aku sertakan foto juga. Semoga bermanfaat.

Tiket masuk kawasan Kawah Putih:
per orang - Rp. 10.000
per mobil kecil - 5.000
per motor - 2.000
per bus - 20.000

( by id : Arch’Angel )

No responses yet

Jul 23 2008

Candi-nya Mickey Mouse

Published by kombat under Travelling

Mickey Mouse punya candi? Sejak zaman kapan tuh? Nggak sejak kapan-kapan sih sebenernya. Tapi memang ada sebuah candi yang menyandang nama keluarga besarnya Mickey Mouse, Tikus. Candi Tikus ini letaknya di Trowulan, sebuah situs di Jawa Timur yang dikaitkan dengan kebesaran Kerajaan Majapahit zaman dahulu kala. Tapi candi kok dinamai Tikus sih? Kesannya nggak hormat banget sama bangunan suci. Nama unik candi ini di dapat sejak pertama kali dia nongol dari tanah. Candi Tikus ditemukan tahun 1914, dan menurut cerita ketika candi tersebut di gali, banyak tikus yang bersarang di sekitarnya. Voila…jadilah namanya Candi Tikus.
Candi Tikus itu satu-satunya bangunan patirthan di Situs Trowulan. Pada tau nggak patirthan itu apaan? Bego banget deh kalo nggak tau. Ups…sori, becanda. Patirthan artinya bangunan pemandian suci (psst.. kata tirtha artinya aer loh). Candi tikus mungkin bisa dilihat sebagai sebuah ‘kolam’ dengan sebuah undak-undakan untuk menuruninya di sisi utara sementara di sebelah selatan dinding kolam membentuk semacam pulau dengan beberapa miniatur candi diatasnya. Di sudut timur laut dan barat laut juga ada ruangan mandi yang terpisah juga beberapa buah pancuran yang memancurkan air. Pintu masuk candi yang di tandai dengan kehadiran tangga di sebelah utara dan dibuat menurun kebawah, memberi kesan Candi Tikus sengaja di bangun di bawah permukaan tanah. Eh… tapi emang bener sih, candi ini berada 1 meter dibawah tanah aslinya.
Candi aneh ini juga punya makna yang dalaaaaaaaaaaammmm banget. Kata Om Bernert Kempers, Candi Tikus adalah bentuk simbolis atau replika Gunung Meru, gunung suci menurut agama Hindu maupun Buddha.Tapi Gunung Meru itu kayak apa sih? Dalam sumber-sumber agama Hindu India ada gambaran tentang alam semesta yang berbentuk pipih melingkar seperti cakram. Lingkaran alam semesta di pusatkan pada gunung Mahameru yang dikelilingi empat puncak lain yang lebih rendah. Gunung tersebut terletak di tengah Jambudwipa (nama lain untuk India) yang dikelilingi tujuh lautan. Di benua ini hiduplah para makhluk, sementara di puncak gunung Mahameru hidup dewa-dewa. Tapi memangnya kepercayaan di India sama kayak di Indonesia? Kata bu dosen tercinta, Bu Edi Sedyawati, pada masa Jawa kuna juga ada gambaran kosmologi yang sama, tercantum dalam kitab Bhisma parva dan Brahmanda purana. Tapi dalam kitab yang lebih muda, Tantu panggelaran dan Korawasrama, Gunung Meru udah dipindahin ke Jawadwipa (nama lain Pulau Jawa).
Yah… intinya sih, karena bentuk bangunan yang mirip sama Gunung Meru dimana puncak yang tinggi dikelilingi delapan puncak lain yang lebih rendah, mungkin aja ada hubungan antara Candi Tikus dan mitologi ini. Eh..eh.. ada tambahan laen. Gunung Meru kan berkaitan erat sama cerita Samudramanthana. Dalam cerita ini, anak gunung Meru yaitu Mandara menjadi alat untuk mengaduk samudra susu hingga nantinya para dewa mendapatkan air amrta (air yang menyebabkan mereka bisa hidup abadi). Jadi mungkin aja tujuan pembangunan Candi Tikus untuk menggambarkan air suci yang keluar dari gunung. Whoaaaaaa…..makin berat aja tuh maknanya.

(by: id nay)

2 responses so far

Jul 16 2008

Jejak Kaki ybneb Di SumBar

Published by kombat under Travelling

Minggu lalu, gw baru aja ditugasin ke Padang, SumBar.

Propinsi SumBar memang merupakan salah satu daerah wisata yg ada di Indonesia.
Gunung, Danau, Bangunan Sejarah, semua lengkap dan ada di SumBar. Makanannya juga beragam, kerajinan tangannya pun banyak.

Berikut gw mau sekedang sharing kpd member ttg perjalanan gw, mulai dr mau take off, landing n pemandangan beberapa wilayah di Sumbar sebagai oleh-oleh yang pernah ditagih ma penghuni kamar sini.
Photobucket Photobucket

Photobucket

( by : id  ybneb )

One response so far

Jul 16 2008

Menyusur Rawapening

Published by kombat under Travelling and tagged:

Setelah puas mengunjungi museum KA Ambarawa , saya melanjutkan perjalanan menyusur tepian Rawapening

Rawapening berlokasi di Kabupaten Semarang

Photobucket Photobucket

Photobucket

( by id Soerabaja )

No responses yet

Jul 16 2008

Pangandaran Report

Published by kombat under Travelling and tagged:

Liburan kemarin (tgl 2-5 Juli 08) sempet jalan2 dan nginep di Pangandaran. Jarak tempuh dr Jkt sekitar 6 jam termasuk 1x berhenti u sarapan di resto Cibiuk (desa Limbangan, setelah Nagrek). Pilihan stop over jg bs di resto Gentong, deket Tasikmalaya. Rute Cileunyi-Nagrek-Tasikmalaya-Banjar rata2 beraspal mulus dan lebar, cuma dr Banjar ke Pangandaran yg rada sempit dan sedikit berkelok-kelok.

Sepanjang jalan 5-6 km sebelum Pangandaran sdh banyak Tanda2 jalur Evakuasi kalo2 ada tsunami. Sekitar 200 buah tanda arah jalur evakuasi dipasang o/ pemkab Ciamis.. maklum aja, thn 2006 yg lalu sepanjang pantai Pangandaran rusak berat gara2 gempa dan tsunami. Hampir semua hotel, cottage, losmen, resto, warung sepanjang pantai rusak berat dan hingga kini ada bbrp hoel losmen dll tsb yg masih belum diperbaiki. Jumalh korban yg dimakamkan secara masal sekitar 800 org. Tiba di areal wisata, kita harus bayar retribusi Rp. 27.000,- per mobil (sedan, jip, dan mobil kecil).

Kondisi pantai pangandaran cukup bersih. Pedagang asongan rapi, tdk maksa2 nawarin dagangan dan servis dan kondisi hotel rata2 lumayan bagus.. Harga sewa berkisar Rp 80 rb (losmen) s/d 2 Juta per malam. Suasana jalan raya mirip2 Kuta, bnyk turis lokal meski turis asing cuma bbrp. Bnyk org yg nyewa ATV (Rp. 50 rb/jam) atau sepeda tandem (Rp. 10 rb/jam) u muter2 di pantai atau dijalan raya… disana aman, ga heran anak2 kecil usia 6-10 thn nyetir atv sendiri di jalan raya tanpa ada 1 kasus pun ditabrak o/ mobl atau motor (yg ada, anak2 itu yg nabrak mbl parkir…heheh) .. Mo iseng sewa skutik? ada juga Yamaha mio disewain sekitar 30 rb/jam. Pokoknya cukup fun kok u iseng2 muter2 didaerah pantai (panjang pantainya tu 8km lebih).

Selain main di pantai, kita jg bs sewa perahu u liat taman laut dan ke pantai pasir putih (15 menit dr pantai). Biayanya 75 rb/perahu u 6-8 orang, termasuk tiket masuk ke cagar alam dr pantai pasir putih. Di taman laut kita bs lihat ikan2 karang (kerapu dll) disekitar terumbu karang… keliatan krn air lautnya jernih banget dan dingin. Di Cagar Alam, selain bs lihat goa bikinan jepang jaman perang dulu, masih banyak Rusa, Monyet dan Kerbau liar. Cuma karena savana di cagar alam mulai gersang, ga heran kalo Rusa2 tsb bgt hari sdh gelap akan turun ke daerah pantai u nyari makanan… Di cagar alam itu kita jg bs main flying fox (15 m diatas tanah, sejauh +/- 50 m), biayanya 10 rb sekali ‘terbang’.

Buat yg hobby makan, di pangandaran banyak resto/warung pinggir laut, meski tidak mirip jimbaran bali, msh bnyk yg hrs ditata krn rata2 kotor dan bau amis. Kebetulan saya mencoba makan di resto Sari Laut Rasa Sayang… lokasinya tidak dipinggir laut persis, tp tempatnya luas, dan bersih). Hrgnya ga murah2 amat tp dibanding jkt ya lbh murah. Rasa masakannya enak. Lobster sekitar 80rb/kg (isi 3), Udang besar 50 rb/kg (isi 6), kepiting 70 rb/kg. Harga sdh termasuk masakan (di goreng telor asin, ato di rebus, saos padang, goreng mentega dll). Mo menu lain? sepanjang jalan diantara deretan hotel, warnet, toko baju2/kaos2 (kyk di kuta) dan losmen2 itu banyak jg cafe dan resto yg nyediain seafood, nasi padang, nasi uduk, soto ambengan, bakso, chinese food,sampe wedang ronde (yg buka 24 jam)…

Bosen maen di laut, maen atv, sepedaan ato muter2 naek skutik? ada pilihan lain. KIta bs nyetir ke arah sungai Cijulang, sekitar 30 menit perjalanan mobil dr pangandaran Disitu kita bs naik perahu menyusuri green canyon. Biayanya 70 rb/perahu untuk 6 orang selama 45 menit. Dimusim kemarau ini airnya tenang dan sungainya jernih, beda kalo dimusim hujan rada coklat dan airnya cukup deras. Udaranya enak, segar dan hijau meski cuaca rada panas. Sambil naik perahu motor kita bs lihat stalaktit dan stalakmit sampai ke ujung goa dan disana bs berhenti u foto2 dan berenang … karena wkt itu kami berenang menyusuri deretan stalagmit maka wktnya jd nambah dan cukup bayar tambahan 50 rb ke tk perahu. Puas berenang dan kembali ke pangkalan perahu, d areal parkir kita bs mandi (banyak wc/km umum yg tersedia, cukup bayar Rp.2000 untuk mandi) dan bs makan ikan bakar atau gurame goreng sambil minum es kelapa muda. Karena wkt itu week days, jd ga terlalu rame. Pemilik warung disana bilang kalo sabtu mingu rame sekali hingga kalo mo sewa perahu hrs nunggu giliran sampe 1-2 jam… (perahu disana cuma ada 20an biji u angkut @ 6 orang).

Photobucket

Pulang dari Green Canyon, kita bs mampir di pantai batu hiu dan karang nini. Tempatnya biasa saja, jd saya ga berlama-lama disana. Balik ke hotel di pangandaran sudah jam 3 siang, masih ada waktu u hiking ke cagar alam dr jalur pantai… (oh ya, kalau ga minat naek perahu, kita bs juga ke cagar alam dng berjalan kaki. Tiket masuknya Rp. 5.500 /orang dan ada guidenya, bayar Rp. 50 rb)… cukup melelahkan krn dr pintu masuk sdh dikasi tanjakan berliku2 tp udaranya bener2 seger. Dipuncak cagar alam kita bs lihat p. nusakambangan dan daerah pantai. Pulang dr cagar alam sempet mampir ke pelelangan ikan u beli bbrp ekor kepiting dan dimasak oleh dapur hotel u makan malam.

Secara umum tempat2nya asik, sayang perjalanan dr jkt cukup jauh, dan meski ada airport kecil tp tdk ada penerbangan yg melayani. Coba ada, pasti rame tu tempat dan pariwisatanya jd terbantu. Fasilitas dibilang minim sih enggak, cuma saran saya alo kesana siapin uang cash, krn atm cuma ada BNI.. atm bca, mandiri dll cuma ada di kota Banjar (22 km dr pangandaran)… atau ambil debit bca di toko swalayan kecil yg cukup banyak (indomaret atau alfa). Hotel2 rata2 trima kartu kredit dan debit bca. Tapi u kelas losmen dan non bintang kyknya hrs cash.

Sewaktu perjalanan pulang menuju Jkt, ada bbrp obyek wisata yg bs didatangi. Al. Kampung naga di Garut, sentra batik di ciamis, candi cangkuang dan sampireun atau sabda alam bg yg hobby mancing. Karena saya tdk berminat u nginep, maka perjalanan lanjut langsung ke Bdg.

So, buat yg belum pernah, cobain kesana ya … ( by id Jebule )

One response so far