jalan-jalan ke kawah ijen

13 Aug 2008

Kawah ijen merupakan salah satu tempat wisata yang cukup terkenal di daerah timur Pulau Jawa. Setelah lama memendam keinginan untuk kesana, akhirnya minggu ketiga bulan juli lalu saya dapat melihat dengan langsung keindahan alam kawah ijen yang selama ini hanya bisa dilihat dari internet atau televisi. Perjalanan ke kawah ijen sebenarnya hanyalah bonus dari tujuan utama jalan-jalanku kali ini yaitu naik gunung raung tanggal 18-20 Juli kemarin bersama dua orang teman dari Jakarta. Setelah berhasil sampai di puncak raung, pulangnya kita sekalian mampir ke kawah ijen. Letak kawah ijen sendiri sebenarnya relatif dekat dengan basecamp pendakian Gunung Raung di daerah sumber wringin, bondowoso.

Ada dua cara untuk mencapai kawah ijen yaitu dari Bondowoso atau dari Banyuwangi. Kendala utama untuk mencapai kawah ijen adalah transportasi umum yang bisa dibilang jarang baik dari Bondowoso atau dari Banyuwangi.

Rute transportasi ke kawah ijen dari bondowoso

  • Dari terminal bondowoso kita naik mobil elf kemudian turun di pertigaan gardu atak (kemarin ongkosnya 2500). Dari terminal bondowoso ada juga transport yg langsung ke Sempol, tp sangat terbatas jumlahnya.

  • Dari pertigaan gardu atak kita naik mobil carry. Sopir udah langsung tanggap tujuan kita apakah ke gunung raung atau ke kawah ijen. Kalau mau ke kawah ijen, kita berhenti di pertigaan Sumber Gading kemudian naik mobil lagi ke Sempol kemudian dari Sempol lanjut lagi ke Paltuding sebagai tempat terakhir bagi kita untuk mencapai kawah ijen. Angkutan dari Sumber Gading menuju Sempol relatif susah dan harus nunggu lama. Usahakan jangan terlalu sore sebab angkutannya tambah susah. Dari Sempol ke Paltuding kita bisa naik angkutan atau ojek. Alternatif lainnya kita bisa menumpang truk atau pickup sayur (kalau mau). Kemarin kita bertiga harus rela naik ojek dari basecamp gunung raung di Sumberwringin untuk sampai Paltuding dengan ongkos semuanya 200ribu. Agak mahal memang tapi lebih cepat sampai dan tidak dipusingkan dengan ganti-ganti transport.

Rute transportasi Banyuwangi

  • Dari banyuwangi kita naik angkutan ke Licin. Hampir sama seperti transport dari bondowoso, untuk menuju Licin angkutannya juga terbatas waktu. Sampai di Licin kita bisa numpang truk belerang yang mau ke Paltuding untuk mengambil belerang. Truk belerang berangkat dari Licin 2 kali sehari pagi sama siang hari. Kemarin kita sempat ketemu rombongan bule yg mencarter mobil dari pelabuhan ketapang banyuwangi. Ongkosnya 300 ribu rupiah sampai paltuding.

Paltuding merupakan titik awal untuk memulai perjalanan ke kawah ijen. Di Paltuding fasilitas wisata cukup tersedia dengan baik meskipun masih sederhana. Ada warung makan, penginapan, toilet umum juga musholla . Biaya retribusi masuk cuma 2000 rupiah. Disini kita bisa menginap di penginapan yg tersedia. Berhubung kemarin kita bawa tenda, maka kita cuma buka tenda terus tidur didalam tenda. Murah meriah hehehehe

Dari Paltuding kita harus jalan kaki selama kurang lebih 3 jam dengan jarak skitar 3 Km untuk sampai ke kawah ijen. Kebanyakan turis yang datang memulai perjalanan pada pagi hari antara jam 3 atau 4 pagi biar bisa melihat sunrise di kawah ijen. Jalan menuju kawah ijen berupa jalan setapak besar yang sudah jelas jadi kecil kemungkinan untuk kesasar. Selama perjalanan sebaiknya membawa jaket, minum, makanan kecil dan juga masker atau slayer yang berguna untuk melindungi kita dari uap belerang. Jangan lupa membawa kamera dan juga batere cadangan sebab pemandangan disana terlalu sayang untuk dilewatkan dengan jepretan kamera.

Selama dalam perjalanan dari Paltuding sampai ke kawah ijen, kita bakalan bertemu dengan banyak penambang belerang yg turun mengangkut hasil belerangnya. Ada baiknya jika kita ingin mengambil foto aktivitas mereka, sebelumnya ngobrol dulu agar menjadi suasana sedikit menjadi lebih akrab. Kalau perlu tawari mereka rokok atau makanan kecil kepada mereka. Kemarin saya sempat mengambil foto seorang penambang kemudian dia meminta semacam imbalan rokok. Ketika saya bilang tidak merokok penambang itu juga diam saja, tidak ada ekspresi marah atau memaksa.

Mungkin kawah ijen ini adalah salah satu tempat terbaik yg selama ini pernah aku datangi selain gunung rinjani dan juga semeru.Tapi ada sedikit yg membuat hati ini menjadi terenyuh ketika melihat pemandangan para penambang belerang. Mereka berjuang menapaki jalan yg menanjak sambil membawa belerang yg dihargai perkilo 550 rupiah. Belum lagi mereka harus berjuang melawan dinginnya udara dan juga uap belerang yang sangat menganggu mata dan juga napas. Sungguh sebuah ironi ketika melihat penambang belerang memikul beban yg berat sementara di sampingnya ada turis asing yg menenteng kamera DSLR dengan lensanya yg besar2.

Perjalanan ini memberikan pesan bahwa kita memang harus lebih banyak bersyukur. Terimakasih ya Allah atas semua anugrah yg telah Engkau berikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

by emcho


TAGS kawah ijen


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post